Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

24.8.08

Satu Laptop untuk Tiap Siswa di Niue

Program Satu Laptop Per Anak (One Laptop Per Child - OLPC) berhasil dilaksanakan 100% di Niue, sebuah negara kecil di kepulauan Pasifik. Setiap siswa mendapat satu laptop.

Sejumlah 500 laptop sudah dibagikan minggu lalu kepada siswa sekolah dasar dan menengah. Sebanyak 4500 lagi sudah disiapkan untuk negeri lain di wilayah Pasifik itu.

Laptop yang kokoh dan tahan air ini dirancang sebagai perangkat murah bagi anak-anak di negara berkembang untuk mengakses komputer dan internet.

Peristiwa ini bukan yang pertama bagi Niue untuk menjadi yang terdepan dalam hal penerapan teknologi. Pada tahun 2003, Niue menjadi negeri pertama yang menyediakan internet wireless gratis bagi seluruh penduduknya.

Di samping untuk menelusur web secara wireless, laptop ini dapat digunakan berkomunikasi di antara para siswa dalam radius satu kilometer tanpa harus online.

Direktur Jendral Sekretariat Masyarakat Pasifik, Jimmie Rodgers sebagaimana dikutip AFP menyatakan bahwa laptop tersebut "mempunyai potensi untuk membuat revolusi yang luar biasa di bidang pendidikan".

Berawal dari pengembangan oleh Laboratorium Media milik Massachusetts Institute of Technology, proyek laptop murah ini tumbuh dan mendapat dukungan dari perusahaan-perusahaan besar seperti Google.

Berita disadur dari: BBC

6.7.08

Anak Indonesiapun bisa membuat robot

Tahukah Anda bahwa robot bisa menyelesaikan permainan Rubic Cube hanya dengan waktu semenit! Robot memang terkenal sebagai benda yang dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan perintah. Namun siapa sangka, jika robot pintar ini ternyata merupakan buah pikir anak bangsa.

Robot tersebut merupakan karya Yosef dan Danis, murid sekolah menengah pertama yang gemar membuat robot dalam satu tahun terakhir. Robot yang mereka buat pernah mendapat penghargaan dalam ajang olimpiade robot sedunia di Taipei, Cina, setahun yang lalu.

Selain itu, karya mereka juga sering diikut sertakan dalam kontes Indonesian Robotic Olympiade di Senayan City, Jakarta. Bila robot tersebut lolos dalam setiap ujian, peserta bisa dipastikan dapat mengikuti olimpiade robotic internasional di Yokohama, Jepang, dalam waktu dekat.

Kenyataan bahwa anak sekolah mampu membuat robot, telah menghapus anggapan bahwa hal itu adalah pekerjaan yang sulit. Keberhasilan mereka dalam membuat robot tak lepas dari dasar ilmu yang mereka dapatkan di sekolah. Dalam hal, ini mengenai perangkat keras seperti bahan struktur yang bisa dipelajari cara penggunaannya melalui perangkat lunak di komputer. Dengan dasar ilmu tersebut, maka siapapun bisa mengoperasikan robot hasil karya sendiri.

dicomot dari: Robot Pintar Buah Pikiran Anak Bangsa